Sabtu, 01 April 2017

My Journey in Chiang Mai ( The Kingdom of Thai )

Hai selamat malam. Sudah lama kita tidak bersua ya? aku kembali lagi dengan keinginan untuk menuliskan perjalananku pertama kali berkunjung di kawasan Asia Tenggara selain di Indonesia. Pasti penasarankan dimanakah aku pergi??? yap daripada penasaran selama seminggu tepatnya pada tanggal 17 November 2016 aku diajak oleh rombongan para ibu-ibu tangguh yang melakukan plesir di negeri Gajah Putih Thailand. Yang mana aku pada saat itu memang ditawari ibu untuk ikut rombongan itu agar aku mendapatkan pengalaman yang berbeda hehe. 
Jadi awalnya tuh tanggal 17 kita berombongan flight dari Juanda ke Kuala Lumpur, disitu kita transit si sebenernya dikarenakan tujuan selain ke Thailand juga ingin ke Petronas. Lumayan kan sambil nunggu transit 12 jam kalo gak ngapa-ngapain hehe. Btw di Kuala Lumpur ngapain aja?? seru ga?
Jadi kami para wanita tangguh pergi menara petronas, ikon utama negara Malaysia tu nah, sambil makan nasi biryani alias nasi kebuli di pinggir sana hehe
Trus tanggal 18 November nya kami baru sampai ke ujung Thailand yakni road to Chiang Mai city. pas kebetulan disana itu baru beberapa bulan raja Thailand King Bhumibol meninggal dunia. Jadi waktu mendarat pertama kali kita rombongan pergi ke Chiang Rai untuk beli-beli buah dan makanan karena makanan halal jarang jadi beli buah ehehe. Hal yang membuatku terharu adalah di Thailand itu NASIONALISME terhadap negara dan rajanya ngalah-ngalahin Indonesia. Merinding sekali karena pas di pasar itu tepat memperingati hari apa gtu lupa pokoknya orang-orang pakai baju hitam semua. Yang bikin aku terharu juga itu kalo ada lagu kebangsaan Thailand dikumandangkan semua makhluk manusia di haruskan untuk berhenti dan mengheningkan cipta guysss sungguh :'))) sungguh terkadang aku malu dengan rasa nasionalisme ku terhadap bangsa dan negaraku. 
Chiang Rai
 Di Chiang Rai kita langsung chuss ke White Temple, Mae Katjarn Hotspring trus langsung ke Night Bazar. sungguh sangat melelahkan hampir sedikit sekali waktu untuk istirahat hehe tapi asyik alhamdulillah.
fruit market
White Temple




Black House hampir mirip kayak di Toraja kalo di Indonesia
long neck Village hehe cantiknya

wearing mongolian clothes
Setelah itu tanggal 19 kita check out dari Chiang Rai trus kita balik ke Chiang Mai. Lumayan jauh jarak antar keduanya. kalo dikalkulasikan bisa memakan waktu 5 Jam an. Kayak malang ke mana ya? hehe. nah di tanggal 19 ini adalah pengalaman termenyenangkan karena aku bisa liat perbatasan Laos dan Myanmar di sungai Mekong. seumur-umur hanya pernah denger sungai mekong di pelajaran geografis dan sejarah dan Alhamdulillah Allah tunjukkan itu padaku hehe (norak kan). Agenda kedepannya harus bisa liat tapal batasnya Indonesia secara langsung Aamiin ya Rabb
Mekong river

ASEAN Economy Community

border states

Tolerance
Bhumibol King

Tanggal 20 November 2016 kita pergi ke bor sang handy craft ga sempet foto karena biasa aja cuman tempat bikin kain katun dan mahal banget. Trus pergi ke warorot market disini murah-murah parah. Kain, tas, pernak-pernik murah-murah gilaaa. Trus setelah mengantar para ibu belanja rehat sejenak balik ke hotel trus malemnya ke sunday night market. Hampir sama kayak pasar minggu gtu di Indonesia cuman malem dan disitu tourist numpuk disana guyss keren bisa ketemu orang dari berbagai negara. Hal yang berkesan si ternyata travelling dg hijab tidak membuat kita diganggu kok asal kita gak ganggu orang aja. tetep senyum ya guys :)
icon Chang Mai Tha Phae Gate
Di tanggal 21 November 2016 kita pergi ke long neck Village, doi Suthep , doi Pui dan ke Queen Sirikit Garden dan tanggal 22 Novembernya ke Doi Inthanon National Park . Lumayan kerasa capeknya tapi alhamdulillah bahagia.
in front of Queen Sirikit Garden (kalo yg datang kesini nenek usia 60 an dpt diskon 50%) :)

Dalemnya (hampir mirip selekta tapi bagusan ini hehe)

merasakan tingginya anak tangga dan belom makan (fix bikin masuk angin)
sampai sini jam set 6 pagi suhu 17 derajat celcius bikin perut melilit (belum makan soalnya wkwk)
hamdallah ya Rabb moga bisa ke negara lainnya

syukr
Pada tanggal 23 kita pulang dari Chang Mai ke KL lagi transit hehe. banyak sekali pelajaran hidup yang bisa aku ambil dari perjalanan ini. Yang pertama adalah rasa syukur yang tiada henti ku panjatkan karena ku pikir aku tak mampu ke luar negeri ternyata Allah kabulkan doaku. Yang kedua semakin kita jauh dari rumah semakin kita bisa belajar tentang beratnya hidup menjadi seorang minoritas. kita serombongan berhijab dan pas di Thailand kan orang mayoritas beragama islam dan keadaan kan mayoritas budha. Pas waktu disapa orang asli thailand dan disenyumin trus pas disapa muslim dari malaysia itu alhamdulillah tiada henti jadi buat yang suka ngatain orang minoritas mungkin kamu sedang butuh piknik ke daerah minoritas. Pelajaran yang ketiga yakni ttg nasionalisme, semakin kamu pergi jauh maka kamu akan merindukan tanah kelahiran, ya meski cuman pergi seminggu tapi aku susah cari makan halah hehe :). Dan pelajaran yang terakhir yaitu adalah PERJALANAN AKAN MEMBERIMU SEJUTA KENANGAN INDAH YANG TAK AKAN TERLUPA. HAL YANG MEMBUATKU TERPANA ADALAH AKU INGIN MELIHAT INDAHNYA SUNGAI MEKONG (LAGI) BERDUA DENGANMU HEHEHE.Dan yang terakhir makasih banyak buat ibu yang sudah mengajakku untuk melihat dunia luar. semoga aku bisa membalas jasa-jasamu :) #waitmemom


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KEGUGURAN DAN BLIGHTED OVUM (cerita pribadi)

     Hai, hari ini aku akan sedikit cerita tentang pengalaman hidup aku yang cukup dramatis dan ada sedihnya hehe. Jadi aku menikah pada 28 ...