Raut wajahnya berubah merah
Lengkung senyumnya menjadi datar
Pandangannya kosong menatap harap
yang ia bangun bertahun-tahun
telah sirna..
Ku panggil dia Nana
Telah ku kenal ia periang
Aku menghela nafas, mencoba menenangkan
''Nana, kau masih ingat pepatah yang sering kita dengarkan?''
Ia menatapku perlahan.
''yang patah tumbuh, yang hilang berganti''
Ia mengangguk dan berkata '' ya aku mengingatnya, tapi ini sulit''
Kertas kecil berisikan undangan pernikahan itu
Kini menghancurkan hatinya, aku tau itu.
Aku pun menatap kosong langit sore itu
yang kurasa tak lagi indah
Duka patah hati nana terasa menusuk jiwaku juga
Beberapa bulan yang lalu akupun pernah merasa hal yang sama
''Nana, aku tidak punya sesuatu nasihat apapun untuk kamu''
Yang jelas, semua akan terasa biasa dan dibinasakan oleh waktu.
Yang sakit akan terobati, sekeras mempertahankanpun
Apabila bukan kehendak menjadi milik kita,
Maka yang kita genggam tak akan kita miliki.
''Tak apa Nana, kau akan menemukan yang sejati kelak''
Jumat, 08 November 2019
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
KEGUGURAN DAN BLIGHTED OVUM (cerita pribadi)
Hai, hari ini aku akan sedikit cerita tentang pengalaman hidup aku yang cukup dramatis dan ada sedihnya hehe. Jadi aku menikah pada 28 ...
-
Hari berganti hari, malam berganti pagi dan pagi berganti malam perjuangan akan selalu di tegakkan. Peluh, tangis, kecewa, sedih sudah jad...
-
Hai, hari ini aku akan sedikit cerita tentang pengalaman hidup aku yang cukup dramatis dan ada sedihnya hehe. Jadi aku menikah pada 28 ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar