Seperti sesak menembus jantung
Padahal sudah hampir rampung sebagian tugasku
Kemudian berlanjut menyelesaikan babak tugas selanjutnya
Setiap waktu memang wajib disyukuri
Menulis kesah ini tak apa kan?
Kata mereka semua ada waktunya ''sendiri''
Tapi bagiku menulis perasaanku saat ini
ialah bentuk syukurku
Tuk tuk tuk..
Suara mesin ketik laptop bututku
Menemani malam yang panjang
Menemani gelap dan gulita hidup
Sampai fajar datang
Melambai menyapa lulusan baru
yang memikul ransel berisikan
amplop coklat dan berkas lainnya
Kaki beranjak dengan senyum sumringah
Mengesampikan problema dan sesak yang ada
Satpam kini menjadi jembatan
Kusapa ia dengan melafalkan doa dalam hati
Barang kali rejeki dari Tuhan,
Serta rejeki ibu karena anaknya tidak lagi menganggur
Serta rejeki tetangga yang selalu setia
menanyakan ''sudah bekerja?''
Serta rejeki bapak yang ku tahu
ia tak luput mendoakanku disepertiga malam-nya.
Gerimis pun datang,
Sebagai jawaban Tuhan
untuk tidak terlalu merisaukan masa depan
dan terus menunggu dering setiap kepastian
Kata mereka memang benar
''semua ada waktunya''
Dan aku terus menunggu waktuku tiba
Tidak ada komentar:
Posting Komentar