Rabu, 06 November 2019

Quarter Life Crisis

Mata tak bisa terpejam
Seperti sesak menembus jantung
Padahal sudah hampir rampung sebagian tugasku
Kemudian berlanjut menyelesaikan babak tugas selanjutnya

Setiap waktu memang wajib disyukuri
Menulis kesah ini tak apa kan?
Kata mereka semua ada waktunya ''sendiri''
Tapi bagiku menulis perasaanku saat ini
ialah bentuk syukurku

Tuk tuk tuk..
Suara mesin ketik laptop bututku
Menemani malam yang panjang
Menemani gelap dan gulita hidup
Sampai fajar datang 
Melambai menyapa lulusan baru
yang memikul ransel berisikan
amplop coklat dan berkas  lainnya

Kaki beranjak dengan senyum sumringah
Mengesampikan problema dan sesak yang ada
Satpam kini menjadi jembatan 
Kusapa ia dengan melafalkan doa dalam hati

Barang kali rejeki dari Tuhan, 
Serta rejeki ibu karena anaknya tidak lagi menganggur
Serta rejeki tetangga yang selalu setia
menanyakan ''sudah bekerja?''
Serta rejeki bapak yang ku tahu 
ia tak luput mendoakanku disepertiga malam-nya.

Gerimis pun datang,
Sebagai jawaban Tuhan 
untuk tidak terlalu merisaukan masa depan
dan terus menunggu dering setiap kepastian

Kata mereka memang benar
''semua ada waktunya''
Dan aku terus menunggu waktuku tiba

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KEGUGURAN DAN BLIGHTED OVUM (cerita pribadi)

     Hai, hari ini aku akan sedikit cerita tentang pengalaman hidup aku yang cukup dramatis dan ada sedihnya hehe. Jadi aku menikah pada 28 ...