Sabtu, 19 Mei 2018

Indian Remonetized


Indian Remonetized  ( Lies Aisyah Fardini )

Film dokumenter berjudul Indian Remonetized yang dipublikasikan di dalam saluran media National Geography menceritakan mengenai demonetisasi dan juga remonitasi. Demonetisasi merupakan tindakan yang mengubah suatu mata uang menjadi mata uang yang baru, sedangkan remonetisasi merupakan tindakan mengganti sistem pembayaran mata uang secara tunai menjadi secara digital. Dalam film dokumenter ini dijelaskan bahwa pada tanggal November 2016, Perdana Menteri India yakni Narendra Modhi menyampaikan dalam pidatonya bahwa mata uang 500 rupe dan 1000 rupe yang didalamnya terdapat gambar Mahatma Gandhi bukan merupakan mata uang legal yang dapat digunakan untuk transaksi pembayaran. Uang yang lama tersebut nantinya akan diganti dengan model uang yang baru, sehingga masyarakat di India diharuskan untuk segera menukarkan uang yang mereka miliki kepada Bank dengan batas waktu tertentu.[1]
 Demonetisasi uang dilakukan oleh pemerintah India dikarenakan sekitar 85% penduduk India melakukan pembayaran dengan uang tunai, sehingga pemerintah merasa kebiasaan dalam pengguanaan uang tunai akan merugikan pihak negara karena banyaknya kasus Black Money atau biasa dikatakan sebagai uang ilegal hasil penggelapan yang lari dari pajak negara. Selain itu banyaknya uang tunai yang beredar juga akan menimbulkan inflasi dan juga tindakan terorisme dan korupsi. Selain demonetisasi, pemerintah India juga melakukan remonetisasi yang mana masyarakat dianjurkan untuk melakukan transaksi pembayaran dengan menggunakan mata uang digital dan meninggalkan kebiasaan lama yaitu tunai. Setelah demonetisasi masyarakat kini dalam kesehariannya menerapkan pembayaran digital seperti pada saat memberikan gaji ke karyawan, di restauran, di transportasi dan lain sebagainya.[2]
Setelah adanya aturan demonetisasi maupun remonetisasi terdapat berbagai dampak yang terjadi disana, terutama dalam lingkup masyarakat bawah. Di India banyak sekali masyarakat yang bekerja sebagai petani, buruh, karyawan industri dan juga tenga kerja yang tidak memiliki keahlian yang belum paham mengenai pembayaran secara digital. Selanjutnya banyak juga masyarakat yang di pasar tradisional, restauran, sopir angkutan yang masih menggunakan uang tunai dalam transaksinya. Dalam hal ini pemerintah memberikan kemudahan dengan membuatkan akun bank untuk pekerja, mendekatkan layanan bank dengan jarak dekat, membuat adanya mesin ATM mini yang bisa dibawa untuk melakukan transaksi pembayaran dan memberikan kemudahan dalam pembuatan akun bank. Demonetisasi dan remonetisasi yang dilakukan India ini digunakan dengan tujuan agar perekonomian di India maju dan meningkatkan GDP negaranya, dikarenakan populasi di India sangatlah banyak maka akan sangat rugi kalau tingkat GDPnya tertinggal.[3]
            Dalam jurnal yang ditulis oleh Lokes Ukhe yang berjudul Demonetized and I’ts Affects in India memberikan banyak pendapatan atas dampak baik dan buruk yang terjadi apabila negara India melakukan penarikan mata uang lama model lama menjadi mata uang baru sekaligus perubahan mengenai sistem pembayaran tunai diganti dengan sistem pembayaran digital. Jurnal ini melengkapi rangkuman dari film dokumenter yang menjelaskan tentang remonetasi di India, yang mana dampak yang terjadi karena demonetisasi dan remonetisasi cenderung berada pada level masyarakat ke bawah. Banyak industri kecil dan perekonomian informal yang berskala kecil merugi, selain itu masyarakat lain pun merugi karena tidak semua melakukan aktivitas Black Money.[4]
Pada kenyataannya sesaat setelah pidato mengenai demonetisasi dilakukan oleh PM India, banyak ekonomi industri yang penjualannya menurun seperti pada penjualan properti dan kebutuhan rumah tangga lainnya, dimana masyarakat cenderung turun tingkat konsumsinya setelah demonetisasi terjadi. Pembayaran mata uang digital juga cenderung hanya menguntungkan kalangan atas dan pemerintah. Jadi dalam jurnal ini cenderung banyak menjelaskan dampak negatif dari demonetisasi dan remonetisasi yang ada di India.[5]
Selanjutnya dalam jurnal yang ditulis oleh Shanker Prakash dan Sanjiv Singh Badhaurian berjudul Digital Remonetization of Indian Economy. Dalam jurnal ini juga menunjukkan mengenai perubahan dan dampak yang terjadi setelah adanya demonetasi. Biasanya memang demonetasi cenderung selalu memunculkan adanya remonetasi. Pemerintah India memang mengeluarkan kebijakan tersebut untuk mengurangi adanya Black money atau ekonomi hitam, namun pada prakteknya kebijakan tersebut cenderung bersifat politis yang mengakibatkan banyak dampak. Menambahi dalam jurnal pertama, bahwa dampak yang terjadi tidak hanya untuk mengurangi ekonomi hitam dan tindakan terorisme maupun korupsi saja. Melainkan meningkatkan pula antrean panjang yang terjadi karena masyarakat berbondong-bondong untuk menukarkan uang maupun melakukan transaksi di Bank. Memang faktor yang paling dipengaruhi karena perubahan ini adalah para pekerja maupun perusahaan usaha kecil menengah kebawah  karena kesehariannya melakukan transaksi secara tunai.[6]
Dalam perubahan yang cepat akibat kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemerintah India membuat adanya perubahan, pergeseran sosial dan pola pikir yang harus diubah dari kebiasaan lama. Hal tersebut memang membutuhkan waktu yang cukup lama karena di India tidak semua masyarakatnya berada di kalangan atas dan bisa menggunakan pembayaran secara digital. Pemerintah india pun juga melakukan usaha untuk mengenalkan masyarakat level bawah untuk menggunakan pembayaran digital untuk sehari-hari seperti adanya intensif berupa diskon dari pemerintah untuk masyarakat yang melakukan pembayaaran digital di SPBU dan pembelian kereta api secara online. Selain itu pemerintah juga membangung sarana infrastruktur berupa bank untuk mendukung transaksi finansial di pedesaan.[7]
Dari kedua jurnal dan satu review mengenai India demonetisasi dan Remonetisasi, saya berpendapat bahwa perubahan yang dilakukan India dalam mengubah uang 500 dan 1000 rupe sekaligus memangkas pembayaran uang tunai menjadi digital bukanlah sesuatu yang bisa dilakukan dengan cepat. Masyarakat India khususnya kalangan bawah butuh proses untuk dapat menyesuaikan diri dengan sistem yang baru yakni digital. Perubahan seharusnya dilakukan secara bertahap dan perlunya pemerintah untuk turun tangan dalam menyikapi perubahan ini. Saya yakin memang awal dari perubahan sistem pembayaran ini awalnya akan sangat sulit untuk dilakukan oleh masyarakat India, namun keuntungan jangka panjang juga akan dapat dirasakan oleh pemerintah maupun masyarakat. Namun sistem pembayaran secara tunai tidak seharusnya untuk dihilangkan dari kehidupan masyarakat India, dikarenakan alat pembayaran berupa tunai juga sebenarnya memiliki kegunaan bagi masyarakat. Oleh karena itu penggunaan digital memang bagus untuk pemerintah karena mengurangi adanya spinonase, black money dan terorisme, namun tidak semua masyarakat di India menggunakan uangnya untuk hal buruk seperti itu. Alangkah baiknya bahwa perubahan sistem pembayaran tunai ke digital dilakukan bertahap agar efek yang ditimbulkan tidak banyak terjadi dan perlahan lahan.


Sumber Pustaka:
National Geography. 2016. Film Documenter. India Remonetized
Uke, Lokesh. 2017. Demonetized and I’ts Affects in India. SSRG International Journal of Economics and Management Studies
Shanker Prakash dan Sanjiv Singh Badhaurian. 2017. Digital Remonetization of Indian Economy


[1]National Geography, Film Documenter, India Remonetized
[2] Ibid
[3] Ibid.
[4] Lokesh Uke, 2017, Demonetized and I’ts Affects in India, SSRG International Journal of Economics and Management Studies, hlm 4
[5] Ibid, hlm 5
[6] Shanker Prakash dan Sanjiv Singh Badhaurian,2017, Digital Remonetization of Indian Economy, hlm 1-3
[7] Ibid, hlm 4-5

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KEGUGURAN DAN BLIGHTED OVUM (cerita pribadi)

     Hai, hari ini aku akan sedikit cerita tentang pengalaman hidup aku yang cukup dramatis dan ada sedihnya hehe. Jadi aku menikah pada 28 ...