Indian Remonetized ( Lies Aisyah Fardini )
Film
dokumenter berjudul Indian Remonetized
yang dipublikasikan di dalam saluran media National Geography menceritakan
mengenai demonetisasi dan juga remonitasi. Demonetisasi merupakan tindakan yang
mengubah suatu mata uang menjadi mata uang yang baru, sedangkan remonetisasi
merupakan tindakan mengganti sistem pembayaran mata uang secara tunai menjadi
secara digital. Dalam film dokumenter ini dijelaskan bahwa pada tanggal
November 2016, Perdana Menteri India yakni Narendra Modhi menyampaikan dalam
pidatonya bahwa mata uang 500 rupe dan 1000 rupe yang didalamnya terdapat
gambar Mahatma Gandhi bukan merupakan mata uang legal yang dapat digunakan
untuk transaksi pembayaran. Uang yang lama tersebut nantinya akan diganti
dengan model uang yang baru, sehingga masyarakat di India diharuskan untuk
segera menukarkan uang yang mereka miliki kepada Bank dengan batas waktu
tertentu.[1]
Demonetisasi uang dilakukan oleh pemerintah
India dikarenakan sekitar 85% penduduk India melakukan pembayaran dengan uang
tunai, sehingga pemerintah merasa kebiasaan dalam pengguanaan uang tunai akan
merugikan pihak negara karena banyaknya kasus Black Money atau biasa dikatakan sebagai uang ilegal hasil
penggelapan yang lari dari pajak negara. Selain itu banyaknya uang tunai yang
beredar juga akan menimbulkan inflasi dan juga tindakan terorisme dan korupsi.
Selain demonetisasi, pemerintah India juga melakukan remonetisasi yang mana
masyarakat dianjurkan untuk melakukan transaksi pembayaran dengan menggunakan
mata uang digital dan meninggalkan kebiasaan lama yaitu tunai. Setelah demonetisasi
masyarakat kini dalam kesehariannya menerapkan pembayaran digital seperti pada
saat memberikan gaji ke karyawan, di restauran, di transportasi dan lain
sebagainya.[2]
Setelah
adanya aturan demonetisasi maupun remonetisasi terdapat berbagai dampak yang
terjadi disana, terutama dalam lingkup masyarakat bawah. Di India banyak sekali
masyarakat yang bekerja sebagai petani, buruh, karyawan industri dan juga tenga
kerja yang tidak memiliki keahlian yang belum paham mengenai pembayaran secara
digital. Selanjutnya banyak juga masyarakat yang di pasar tradisional,
restauran, sopir angkutan yang masih menggunakan uang tunai dalam transaksinya.
Dalam hal ini pemerintah memberikan kemudahan dengan membuatkan akun bank untuk
pekerja, mendekatkan layanan bank dengan jarak dekat, membuat adanya mesin ATM
mini yang bisa dibawa untuk melakukan transaksi pembayaran dan memberikan
kemudahan dalam pembuatan akun bank. Demonetisasi dan remonetisasi yang
dilakukan India ini digunakan dengan tujuan agar perekonomian di India maju dan
meningkatkan GDP negaranya, dikarenakan populasi di India sangatlah banyak maka
akan sangat rugi kalau tingkat GDPnya tertinggal.[3]
Dalam
jurnal yang ditulis oleh Lokes Ukhe yang berjudul Demonetized and I’ts Affects in India memberikan banyak pendapatan
atas dampak baik dan buruk yang terjadi apabila negara India melakukan
penarikan mata uang lama model lama menjadi mata uang baru sekaligus perubahan
mengenai sistem pembayaran tunai diganti dengan sistem pembayaran digital.
Jurnal ini melengkapi rangkuman dari film dokumenter yang menjelaskan tentang
remonetasi di India, yang mana dampak yang terjadi karena demonetisasi dan
remonetisasi cenderung berada pada level masyarakat ke bawah. Banyak industri
kecil dan perekonomian informal yang berskala kecil merugi, selain itu
masyarakat lain pun merugi karena tidak semua melakukan aktivitas Black Money.[4]
Pada
kenyataannya sesaat setelah pidato mengenai demonetisasi dilakukan oleh PM
India, banyak ekonomi industri yang penjualannya menurun seperti pada penjualan
properti dan kebutuhan rumah tangga lainnya, dimana masyarakat cenderung turun
tingkat konsumsinya setelah demonetisasi terjadi. Pembayaran mata uang digital
juga cenderung hanya menguntungkan kalangan atas dan pemerintah. Jadi dalam
jurnal ini cenderung banyak menjelaskan dampak negatif dari demonetisasi dan
remonetisasi yang ada di India.[5]
Selanjutnya
dalam jurnal yang ditulis oleh Shanker Prakash dan Sanjiv Singh Badhaurian
berjudul Digital Remonetization of Indian
Economy. Dalam jurnal ini juga menunjukkan mengenai perubahan dan dampak
yang terjadi setelah adanya demonetasi. Biasanya memang demonetasi cenderung
selalu memunculkan adanya remonetasi. Pemerintah India memang mengeluarkan
kebijakan tersebut untuk mengurangi adanya Black money atau ekonomi hitam,
namun pada prakteknya kebijakan tersebut cenderung bersifat politis yang
mengakibatkan banyak dampak. Menambahi dalam jurnal pertama, bahwa dampak yang
terjadi tidak hanya untuk mengurangi ekonomi hitam dan tindakan terorisme
maupun korupsi saja. Melainkan meningkatkan pula antrean panjang yang terjadi
karena masyarakat berbondong-bondong untuk menukarkan uang maupun melakukan
transaksi di Bank. Memang faktor yang paling dipengaruhi karena perubahan ini
adalah para pekerja maupun perusahaan usaha kecil menengah kebawah karena kesehariannya melakukan transaksi
secara tunai.[6]
Dalam
perubahan yang cepat akibat kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemerintah India
membuat adanya perubahan, pergeseran sosial dan pola pikir yang harus diubah
dari kebiasaan lama. Hal tersebut memang membutuhkan waktu yang cukup lama
karena di India tidak semua masyarakatnya berada di kalangan atas dan bisa
menggunakan pembayaran secara digital. Pemerintah india pun juga melakukan
usaha untuk mengenalkan masyarakat level bawah untuk menggunakan pembayaran
digital untuk sehari-hari seperti adanya intensif berupa diskon dari pemerintah
untuk masyarakat yang melakukan pembayaaran digital di SPBU dan pembelian
kereta api secara online. Selain itu pemerintah juga membangung sarana
infrastruktur berupa bank untuk mendukung transaksi finansial di pedesaan.[7]
Dari
kedua jurnal dan satu review mengenai India demonetisasi dan Remonetisasi, saya
berpendapat bahwa perubahan yang dilakukan India dalam mengubah uang 500 dan
1000 rupe sekaligus memangkas pembayaran uang tunai menjadi digital bukanlah
sesuatu yang bisa dilakukan dengan cepat. Masyarakat India khususnya kalangan
bawah butuh proses untuk dapat menyesuaikan diri dengan sistem yang baru yakni
digital. Perubahan seharusnya dilakukan secara bertahap dan perlunya pemerintah
untuk turun tangan dalam menyikapi perubahan ini. Saya yakin memang awal dari
perubahan sistem pembayaran ini awalnya akan sangat sulit untuk dilakukan oleh
masyarakat India, namun keuntungan jangka panjang juga akan dapat dirasakan
oleh pemerintah maupun masyarakat. Namun sistem pembayaran secara tunai tidak
seharusnya untuk dihilangkan dari kehidupan masyarakat India, dikarenakan alat
pembayaran berupa tunai juga sebenarnya memiliki kegunaan bagi masyarakat. Oleh
karena itu penggunaan digital memang bagus untuk pemerintah karena mengurangi
adanya spinonase, black money dan terorisme, namun tidak semua masyarakat di
India menggunakan uangnya untuk hal buruk seperti itu. Alangkah baiknya bahwa
perubahan sistem pembayaran tunai ke digital dilakukan bertahap agar efek yang
ditimbulkan tidak banyak terjadi dan perlahan lahan.
Sumber Pustaka:
National
Geography. 2016. Film Documenter. India
Remonetized
Uke,
Lokesh. 2017. Demonetized and I’ts
Affects in India. SSRG International Journal of Economics and Management
Studies
Shanker
Prakash dan Sanjiv Singh Badhaurian. 2017. Digital
Remonetization of Indian Economy
[1]National
Geography, Film Documenter, India Remonetized
[2] Ibid
[3] Ibid.
[4] Lokesh
Uke, 2017, Demonetized and I’ts Affects in India, SSRG International Journal of
Economics and Management Studies, hlm 4
[5] Ibid,
hlm 5
[6] Shanker
Prakash dan Sanjiv Singh Badhaurian,2017, Digital
Remonetization of Indian Economy, hlm 1-3
[7] Ibid,
hlm 4-5
Tidak ada komentar:
Posting Komentar